Heboh Emak-Emak Ponorogo Beli Sepeda Motor dengan Uang Pecahan Rp 500 | Viral Zaman Now

Heboh Emak-Emak Ponorogo Beli Sepeda Motor dengan Uang Pecahan Rp 500

Nationwide there are greater than 35 million adults over 25 with some university credits, but no degree, according to the U.S. Census. the frenzy to attain those dropouts by way of Mississippi and other states, together with Indiana and Tennessee, displays a growing recognition that there just aren't sufficient college students coming out of U.S. high faculties to provide the quantity of university graduates the country needs.
however former students may be hard to song down, if not untraceable. Others face economic and bureaucratic limitations to re-enrolling. nevertheless others are stymied by way of instructional calendars that continue to want the conventional 18- to 22-yr-old college students, despite the fact that they're not the norm.

Madiun - Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Pepatah ini yang sepertinya dipegang Titin Sumiati, seorang ibu rumah tangga, asal Balong Ponorogo. Dia mampu mengatur uang belanja, sehingga masih bisa menabung meski penghasilannya pas-pasan.

Dia menyimpan uang receh sisa belanja selama lima tahun. Akhirnya dia bisa membeli sepeda motor baru dari uang hasil tabungannya itu.

"Tadinya enggak kepikiran uang tabungan selama 5 tahun ini mau saya belikan apa," ujar Titin Sumiati, IRT asal Desa Muneng, Kecamatan Balong Ponorogo, saat bertransaksi di salah satu dealer sepeda motor, Selasa, 29 Mei 2018.

Menurut Titin, uang receh itu dia kumpulkan dari kembalian belanja bahan tahu yang dia produksi. Saat uang recehannya terkumpul banyak, Titin bingung hendak membelanjakan uang tabungannya itu.

"Kalau dibelanjakan saya takut ditolak. Mau ditukar tidak tahu ke mana. Ternyata di sini diterima," ungkapnya.

Pantauan Times Indonesia, karyawan dealer sepeda motor terlihat membantu Titin menghitung uang pecahan Rp 500 yang dibawanya. Sebelum akhirnya Titin bisa membawa pulang satu unit sepeda motor Vario 150.

"Ini kali pertama kami menerima pembayaran unit motor menggunakan uang receh. Tadi saya lihat ada ibu-ibu masuk bawa karung, ternyata isinya uang recehan," ujar Faiz, Manajer Penjualan Dealer Cun Motor Ponorogo.

Dia mengaku pihaknya tidak merasa keberatan menerima pembayaran dalam uang recehan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada konsumen.

"Setiap pembelian konsumen kita layani. Meskipun uang receh ya tetap kita terima. Dan penghitungan dilakukan bersama dengan konsumen," ungkapnya.



Sumber : Timesindonesia.co.id
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==